Keberadaan Allah
Artikel ini membahas secara mendalam pertanyaan teologis dan filosofis mengenai keberadaan Allah, berpendapat bahwa eksistensi-Nya terlihat melalui ciptaan itu sendiri (wahyu alam), meskipun manusia sering kali menekan atau mendistorsi pengetahuan alami mereka. Secara umum, kitab suci tidak berusaha membuktikan keberadaan Allah, melainkan mengasumsikan keyakinan tersebut dan fokus pada identitas Allah ("siapakah Allah itu"). Pembahasan juga menyajikan berbagai argumen teistik—seperti ontologis, kosmologis, teleologis, dan moral—yang secara rasional berusaha membenarkan keimanan. Selain itu, artikel ini menyoroti konsep *sensus divinitatis*, yaitu pengetahuan naluriah tentang Keilahian yang diyakini melekat pada manusia sejak penciptaan, sekaligus membahas tantangan utama seperti argumen dari kejahatan, dan respons teologis terhadapnya (teodisi).